Pages

Jumat, 15 November 2013

Fakultas Farmasi

Fakultas Farmasi adalah fakultas yang mempelajari tentang kimiawi dan kesehatan yang berhungan dengan manusia.

Fasilitas Fakultas Farmasi
  1. Ruang Kelas Ber-AC
  2. Free Hostpot Area
  3. Perpustakaan Mini
  4. Area Diskusi Bersama
  5. Laboratrium
  6. Mushola
  7. Kantin
  8. Dan Fasilitas Pendukung lainnya
Pembelajaran di Fakultas Farmasi

Fakultas Farmasi mempelajari tentang senyawa senyawa kimia,  kesehatan manusia, kimia lingkungan biologi molekuler dan yang lainnya , yang nantinya akan digunakan untuk menunjang kemampuan pembelajaran di bidang Farmasi.

Dalam Farmasi terdapat 4 bidang kajian utama yaitu :

Farmasi Klinik
Mempelajari tentang kesehatan dan jenis obat yang sesuai.

Farmasi Industri
Mempelajari bagaimana membuat dan meracik obat-obat baru.

Farmasi Sains
Mempelajari proses dan pengembangan senyawa obat baru, sintesis obat, optimasi pengunaan obat dan analisis terhadap senyawa lainnya.

Farmasi Obat Tradisional
Mempelajari secara empirik obat-obatan yang berasal dari alam dan hewan.


Ruang Kerja Lulusan Fakultas Farmasi

  1. Menjadi  Apoteker
  2. Menjadi  Peneliti
  3. Bekerja di Departemen Kesehatan
  4. Bekerja di Industri Pembuatan Obat
  5. Menjadi Dosen di Perguruan Tinggi
  6. Menjadi tenaga analisis Kimia profesional
  7. Dan masih banyak yang lainnya yang behubungan dengan  Farmasi

Sejarah Berdirinya Fakultas Farmasi Universitas Jember

Universitas Jember (UNEJ) telah merencanakan penambahan fakultas eksata, khususnya ilmu – ilmu kesehatan di lingkungan Universitas Jember. Dimulai dengan berdirinya Program Studi Kedokteran Gigi tahun 1985, Program Studi Pendidikan Dokter tahun 2000 dan Program Studi Kesehatan Masyarakat tahun 2002 serta pada tahun 2003 telah dekeluarkan Surat Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas Nomor: 937/D/T/2003 tertanggal 7 Mei 2003 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Farmasi (S-1) pada Universitas Jember dan kemudian pada tahun 2005 disusul Program Studi Ilmu Keperawatan.

    Pada bulan April tahun 2001, Ir. Sumasi selaku Dekan Fakultas MIPA membentuk satuan tugas (SATGAS) Farmasi yang dipimpin oleh Drs. Bambang Kuswandi Msc. PhD. Dibantu oleh beberapa dosen MIPA dan tiga orang Apoteker.

    Pada bulan Mei 2002 Universitas Jember mengajukan permohonan pembukaan Fakultas Farmasi kepada Dirjen Dikti Depdiknas melalui surat dengan nomor : 3290/J. 25/PP. 1/2002 tertanggal 8 Mei 2002. Selanjutnya pada tanggal 17 Desember 2002 keluar rekomendasi dari Badan Pengembangan dan Perberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Departemen Kesehatan RI dengan nomor : hk. 03. 2. 4. 1. 2968. Selang beberapa waktu kemudian setelah melalui proses panjang, tepatnya tanggal 7 Mei tahun 2003 keluar ijin penyelenggaraan Program Studi Farmasi (S1) pada Universitas Jember seperti nomor surat tersebut di atas. Tanggal 7 Mei tersebut maka ditetapkan sebagai hari jadi Program Studi Farmasi Universitas Jember.
    Nama – nama yang berjasa mengantarkan proses berdirinya Fakultas Farmasi UNEJ antara lain (a) Prof. Dr. H. Kebul Santosa, M. s, (b) Prof. Dr. Ir. Ida Haryanto, MS (c) Prof. Dr. H. Kadiman SU. (d) Ir. Sumadi MS, (e) Drs. Bambang Kuswandi Msc. PhD, (f) Dr. Hidayat Teguh Wiyono, MPd (g) Dr. Zulfikar, (h) drh. Wuriyanti. Msi, (i) Drs. Wiratmo, Apt., (j) Nuri S.Si., Apt., (k) Eka Deddy Irawan S.Si., Apt., (l) Moch. Amrun Hidayat S.Si., Apt., (m) Yudi Wicaksono S.Si., Apt., dan (n) drg. Rudy Joelianto, serta pihak – pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

VISI
Menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas, profesional, mampu bersaing secara global, dan mampu mengembangkan IPTEK terutama yang bercirikan agrofarmasi (development of natural product based on pharmaceutical added values).
MISI
  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi farmasi untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi kemampuan interpersonal, teknikal, intelektual, berdedikasi tinggi, dan mandiri.
  2. Menerapkan dan mengembangkan penerapan ilmu kefarmasian.
  3. Mengembangkan dan menemukan konsep kefarmasian sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.
  4. Menyelenggarakan penelitian kefarmasian yang terfokus pada riset kefarmasian terapan termasuk pengembangan tanaman obat untuk fitofarmaka.
  5. Menghasilkan ternuan IPTEK baru, menghasilkan peneliti dan pemikir, dan memutakhirkan sistem agar aplikasi IPTEK menjadi optimal bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
  6. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendidikan dan pelayanan kesehatan serta kefarmasian.
  7. Menyebarkan hasil penelitian terapan untuk meningkatkan mutu kehidupan masyarakat.
  8. Mengembangkan berbagai sumber daya yang diarahkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

0 komentar :

Posting Komentar