Pages

Jumat, 15 November 2013

TIPS MINUM TEH : ANTARA KHASIAT ANTIOKSIDAN DAN BAHAYA TANNIN DALAM TEH


Kesehatan merupakan investasi penting bagi setiap individu. Dengan tetap menjaga kesehatan, kita dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lancar. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan tubuh diantaranya makanan dan minuman, lingkungan dan aktivitas fisik. Pada artikel ini akan dibahas mengenai faktor kesehatan dari minuman.
Teh merupakan minuman yang sudah dikenal di seluruh penjuru dunia. Teh dapat membuat tubuh rileks dalam menjalani aktivitas. Untuk mengonsumsi teh dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu diseduh dengan air panas atau ditambah es.
Teh merupakan hasil pengolahan pucuk (daun muda) dari tanaman teh (Camellia sinensis) yang dipakai sebagai bahan minuman. Ada berbagai legenda asal mula teh, namun yang terpopuler adalah legenda Kaisar Shen Nung dari provinsi Yunan-Cina pada tahun 2737 SM. Ketika sedang memasak air minumannya, dengan tidak sengaja sehelai daun yang berasal dari ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup ke dalam ketel air. Air seduhan daun tersebut kemudian menghasilkan sebuah minuman baru yang beraroma khas yang hingga kini dikenal sebagi teh. Teh yang baik dihasilkan dari bagian pucuk (pecco) ditambah 2-3 helai daun muda, karena pada daun muda tersebut kaya akan senyawa polifenol, kafein serta asam amino. Senyawa-senyawa inilah yang akan mempengaruhi kualitas warna, aroma dan rasa dari teh.
Tiga komponen utama yang terkandung dalam daun teh, yaitu kafein yang memberikan efek stimulan, tannin yang memberi kekuatan rasa sepat, yang juga diketahui dapat menghambat penyerapan mineral dan polifenol yang memiliki khasiat kesehatan, merupakan antioksidan yang bermanfaat mencegah radikal bebas yang merusak DNA dan menghentikan perkembangbiakan sel-sel liar misalnya sel-sel kanker. Sehingga dapat diketahui bahwa teh dapat menangkal radikal bebas dan bahkan dapat menghentikan perkembangbiakan sel-sel kanker.
Namun, teh juga memliki kelemahan kandungannya yaitu teh memiliki zat anti gizi bernama tannin. Tannin dapat menghambat penyerapan mineral terutama Fe (zat besi), sedangkan Fe merupakan mineral yang penting untuk pembentukan sel darah merah (eritrosit). Jika tubuh kekurangan Fe maka dapat menyebabkan penyakit anemia, maka perlu adanya metode tepat untuk mengambil manfaat teh dan meminimalisir efek buruk teh.

Metode yang tepat untuk minum teh yaitu konsumsi teh di saat yang tepat. Misalnya meminum teh ketika bersantai. Jangan mengonsumsi teh setelah maka karena dapat mengganggu penyerapan Fe dalam tubuh. Konsumsi teh dengan rentang waktu dua atau tiga jam setelah kita mengonsumsi makanan seperti sayuran hijau atau daging. Mengonsumsi teh dengan baik dapat memberikan manfaat luar biasa bagi tubuh. Biasakan untuk mengonsumsi teh dengan baik agar kesehatan dapat terjaga dengan baik!.

0 komentar :

Posting Komentar